Elegi untuk Mereka yang Dibunuh dan Difitnah
Perkenalkan, saya Rwan Disastra. Nama ini mungkin tidak penting bagi banyak orang, tapi keresahan yang saya bawa nyata dan hidup. Saya menulis bukan karena ingin dikenal, melainkan karena terlalu banyak hal yang tidak bisa lagi saya simpan sendiri. Saya hidup di tengah masyarakat yang setiap hari disuguhi kabar kekerasan lalu diminta untuk menerimanya sebagai sesuatu yang wajar. Saya kerap disamakan dengan sosok Juang Astrajingga—bukan karena saya ingin menjadi tokoh, tetapi karena kegelisahan kami lahir dari tempat yang sama. Saya sulit diam, mudah marah, dan tidak pernah benar-benar tenang melihat ketidakadilan diperlakukan sebagai rutinitas. Saya tidak pandai bersikap netral ketika nyawa manusia diperlakukan seperti kesalahan prosedur. Tulisan ini bukan upaya menjadi pahlawan. Ini luapan keresahan yang terlalu lama ditahan. Terlalu sering saya membaca klarifikasi yang dingin, terlalu sering melihat korban difitnah, dan terlalu sering menyaksikan aparat dilindungi oleh sistem yang se...