Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2026

Aku Dibunuh Polisi (Catatan dari Anak Madrasah Yang Tak Sempat Dewasa)

Aku adalah seorang pelajar madrasah. Usiaku empat belas tahun. Dan angka itu tidak akan pernah bergerak ke mana pun. Aku mati di usia itu. Bukan oleh waktu, bukan oleh penyakit, melainkan dibunuh oleh mereka yang seharusnya menjaga. Kamis pagi menjadi batas. Bukan penanda hari, tapi garis akhir. Di hari itu, hidupku dihentikan oleh polisi—oleh kekuasaan yang datang tanpa telinga, oleh tangan yang memilih memukul alih-alih mendengar. Tidak ada peringatan yang cukup manusiawi, tidak ada ruang untuk menjelaskan bahwa aku masih anak-anak. Yang ada hanya keputusan sepihak, cepat, dingin, dan tak bisa ditarik kembali. Sejak saat itu, aku bukan lagi masa depan. Aku berubah menjadi kenangan. Aku tidak sempat tumbuh dewasa. Tidak sempat belajar tentang dunia yang katanya adil. Tidak sempat membuat kesalahan yang seharusnya wajar bagi anak seusia empat belas tahun. Aku mati sebelum sempat gagal, sebelum sempat memperbaiki, sebelum sempat membuktikan apa pun. Hidupku selesai bahkan sebelum benar-...